Showing posts with label kisah menarik. Show all posts
Showing posts with label kisah menarik. Show all posts

Tuesday, February 11, 2014

6 Kisah Unik Walikota Risma

walikota rismaNawa walikota Surabaya, Tri Rismaharini mencuat karena kesuksesannya membenahi Kota Surabaya. Mendekati pemilihan presiden saat ini namanyapun semakin meroket karena beberapa hasil survei menempatkan walikota Risma sebagai salah satu calon kuat presiden selain Jokowi. Walikota Risma ternyata memiliki beberapa kisah yang sangat unik dan menarik, seperti yang di kutip dari detik.com berikut ini. 

1. Dituding Lebay

Walikota Risma  sering dituding lebay saat ikut turun mengatur lalu lintas, membersihkan sampah, atau memadamkan api. Bagaimana Risma menanggapi?
Risma pernah terjebak kemacetan di tol, dia sempat kalang kabut. Pejabat Dishub yang diteleponnya mengaku tidak tahu penyebab kemacetan. Lalu Risma turun meninggalkan mobil dan berjalan mencari alternatif.
Risma bertemu dengan polisi yang sedang patroli. Ia ikut mobil tersebut dan minta diturunkan di tempat pemberhentian taksi. Dari sana, ia kemudian mengatur lalin. Sesekali membentak pengguna jalan yang nekat akan menambah kemacetan.

2. 'Jin Pengawal'

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tak memakai walpri alias pengawal pribadi dari kepolisian. Risma malah punya cerita lucu soal hal ini.
"Saya disuruh pakai voorijder karena macet, saya bilang kalau macet ya saya benahi itu sudah risiko pemimpin. Pemimpin itu kalau mati ya matilah jadi pemimpin," kata Risma.
Risma lantas bicara soal tawaran dikawal pengawal pribadi dari kepolisian. Pengawal pribadi tersebut tidak berseragam alias sembunyi-sembunyi.
Risma pun memilih tak menggunakan walpri itu. Dia mempercayakan dikawal warga biasa bukan dari kepolisian.

3. Tak Berambisi Jadi Presiden

Wali Kota Tri Rismarahini ingin fokus membenahi Surabaya. Risma tak tertarik dengan politik praktis apalagi sampai menatap kursi presiden.
"Takdir saya jadi wali kota ya sudah saya full di situ. Saya tidak mau memikirkan yang lain," kata Risma.
"Ngurusin kota saja pusing apalagi kok presiden," celetuknya.
Risma mengaku melaksanakan tugas dengan tegas tanpa peduli hasil survei. Menurutnya, seorang pemimpin yang terlalu memantau hasil survei malah jadi tidak fokus.
"Saya murni mengerjakan tugas saya, tidak berpikir nanti kalau melakukan survei-survei saya jeblok saya. Saya full saya tidak mau memikirkan yang lain," kata Risma.

4. Isu Mundur

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini angkat bicara soal isu dirinya bakal mundur. Risma mengaku ada masalah yang tak mungkin diceritakan ke masyarakat.
"Soal isu mundur ceritanya panjang sekali, jadi ini masalah prinsip dan karena saya seorang pemimpin maka saya harus memberikan contoh," kata Risma saat ditanya soal isu dirinya akan mundur karena polemik pengangkatan Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana.
Risma lantas bicara dirinya tak pernah berambisi meraih jabatan tertentu. Baginya jabatan adalah amanah dari Tuhan.
"Ini cuma titipan sewaktu-waktu saya bisa naik, sewaktu-waktu saya bisa turun," katanya.

5. Lahirkan Petani Kaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini termasuk kepala daerah yang memperhatikan petani di daerahnya. Ada kisah menarik soal petani di Surabaya yang sukses dibina Risma.
"Ini petani semangka. Jadi kalau buah yang enak-enak disebut Bangkok, ada jambu Bangkok, nah ini saya bilang semangka Bangkingan, saya kasih nama sendiri," kata Risma sembari menunjuk slide show bergambar dirinya saat memanen buah semangka bersama warga Bangkingan Surabaya.
Risma menuturkan petani di Surabaya sukses. Banyak yang mampu membeli mobil untuk sarana transportasi mereka.
"Ada yang setiap minggu beli mobil. Jadi petani-petani kita itu petani cerdas," katanya.
Dia juga memberikan fasilitas broadband learning center di desa-desa. Petani di Surabaya pun bisa berchatting dengan petani di manca negara.

6. Atasi Pengemis di Surabaya

Gubernur DKI Jokowi mengaku belum punya jurus jitu untuk mengatasi pengemis di Jakarta. Tapi di Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini sudah punya solusinya. Apa solusinya?
"Di Surabaya tidak ada pengemis, bisa dicek. Kalau ada yang ngemis saya tangkap, saya tega," kata Risma.
Risma punya alasan tak ingin Surabaya jadi kota dengan banyak pengemis. Menurutnya, Indonesia adalah negara besar dan harus menjaga kehormatan.
"Kita harus jadi negara terhormat, tidak boleh ada yang ngemis," katanya.
Karena itu para pengemis dipensiunkan. Risma memberikan pelatihan agar para pengemis bisa berkarya di bidang lain.
"Ada yang minta pelatihan saya beri pelatihan, jadi tidak ada lagi yang ngemis," katanya.

»»  READMORE...

Thursday, September 22, 2011

(Renungan) Masalah Hidup Bagai Segenggam Garam


Ketika memenui masalah seringkali kita merasa sedih dan kehilangan rasa bahagia, kisah dibawah ini bisa menjadi pelajaran bagaimana tetap bahagia dalam menghadapai masalah......

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu." Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.


"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.

"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."

Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.

Karena sejatinya " SEMUA MASALAH DALAM HIDUP HANYALAH SEGENGGAM GARAM"

sumber : http://beribu-kisah.blogspot.com
»»  READMORE...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...