Wednesday, May 23, 2012

Sukhoi Jatuh Akibat Sabotase ??


Tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salah rupanya banyak menyimpan cerita. Pesawat canggih buatan Rusiaa tersebut menurut beberapa pengamat di luar negeri sangat tidak logis kalau jatuh karena masalah teknis atau kesalahan pilot, mereka berpendapat bahwa pesawat Sukhoi Jatuh Karena Sabotase yang dilatar belakangi persaingan bisnis.

Inilah alasannya ….

Rakesh Krishnan Simha menuliskan pada Russi dan India Report, bahwa Sukhoi Superjet 100 bukan sekadar pesawat uji coba. Kapal produksi 2009 itu telah dipesan sebanyak 300 buah oleh perusahaan penerbangan Armenia Armavia dan Aeroflot, atau dengan kata lain keandalan dan kelaikan pesawat tidak perlu diragukan !!!!!

Jadi jatuhnya Sukhoi sangat kecil kemungkinannya karena masalah teknis/kelaikan pesawat…..
Bagaimana dengan faktor pilot ?????

Simha juga menampik dugaan kesalahan manusia, baik dari sisi pilot Aleksandr Yablontsev atau pengawas menara Air Traffic Controller Bandara Soekarno-Hatta. Sebab Yablontsev turut campur dalam pengembangan Sukhoi. Sedangkan pengawas ATC telah memandu Superjet selama melayang, meski terhambat daerah pegunungan yang rumit.

Indikasi adanya sabotase oleh pihak “Amerika” adalah karena Pesawat Buatan rusia ini berpotensi menjadi pesaing Boeing dan Airbus karena menawarkan harga sangat murah …..

Bahkan Superjet 100 berani menawarkan dirinya US$ 30 juta atau Rp 277 miliar lebih murah dari Embraer dan Bombadier, saingannya.

Selama ini, pasar pesawat di negara berkembang telah dikuasai perusahaan manufaktur penerbangan Amerika. Mereka tidak punya banyak saingan pada pangsa ini. Kedatangan Rusia dengan kapal terbarunya membuat Amerika memiliki musuh baru. “Terkadang kondisi itu menciptakan pertarungan yang membuat atmosfer bisnis berubah jelek,” ujarnya.

Analisis tak jauh beda dicetuskan Wayne MADSEN di situs Strategic Culture Foundation. Wayne menganggap masuknya Superjet 100 ke pasar penerbangan telah menguntungkan Indonesia. Tapi, di sisi lain, keberadaannya mengancam bisnis Boeing. Apalagi sebelumnya Barack Obama menandatangani kesepakatan dengan Indonesia untuk menjual 230 pesawat Boeing ke Lion Air dengan jaminan pinjaman US$ 22 miliar (Rp 203 triliun).

“Karenanya, ada kemungkinan Amerika tidak ragu melakukan sabotase industri pesaingnya, terutama pada saat masuk ke Asia,” ujar Wayne.

Kalau seandainya benar analisis diatas, kita patut sangat berduka karena puluhan warga Indonesi meninggal sia-sia sebagai akibat pertarungan bisnis……
sumber :tempo.co

ARTIKEL TERKAIT:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...