Saturday, May 19, 2012
10 Fobia Paling Aneh
Thursday, January 19, 2012
4 Kecelakaan Akibat Hubungan Seks Terlalu Bernafsu

1. Tuli Akibat Berciuman
Berciuman merupakan salah satu cara foreplay yang paling umum. Namun hati-hati, ciuman yang seharusnya membangkitkan gairah bercinta justru bisa menyebabkan bencana. Seorang wanita asal China harus dilarikan ke rumah sakit karena kehilangan pendengaran di telinga sebelah kirinya saat berciuman.
Ciuman yang terlalu bersemangat, bisa memecahkan gendang telinga. Penyebabnya, ciuman mengurangi tekanan pada mulut, sehingga menarik gendang telinga keluar dan mengakibatkan kerusakan pada telinga. Tuli karena berciuman, biasanya baru akan normal kembali setelah dua atau tiga bulan. Meskipun berciuman normalnya sangat aman, namun para dokter menyarankan untuk tidak terlalu memberi banyak tekanan saat melakukannya.
2. Kelumpuhan Karena Ciuman di Leher
Wanita asal New Zealand pernah dilaporkan datang ke rumah sakit dengan tangan yang lumpuh. Dokter yang memeriksanya lalu menemukan kalau dia mengalami stroke ringan karena ciuman di leher yang terlalu bersemangat dari pasangannya. Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata ditemukan adanya gumpalan darah di pembuluh arteri pada leher sebelah kirinya. Hal tersebut disebabkan hisapan yang terlalu kuat, sehingga menimbulkan trauma fisik. Akibatnya, terjadi memar di dalam pembuluh darah.
3. Kondom Tertelan
Kondom yang seharusnya jadi ‘pengaman’ saat berhubungan seks pun bisa menimbulkan kecelakaan jika tidak digunakan secara benar. Seperti yang dialami seorang wanita di India, ia menderita batuk dan demam yang tak kunjung sembuh. Meskipun sudah diberi antibiotik dan obat, kondisinya itu terus berlangsung tanpa diketahui penyebabnya. Belakangan ditemukan, batuk dan demam misterius itu ternyata disebabkan oleh kondom yang bersarang di tenggorokannya selama enam bulan. Kondom terhisap saat dia melakukan oral seks, tanpa dia sadari.
4. Hilang Ingatan
Seorang wanita berusia 59 tahun asal Washington, tiba-tiba merasa kebingungan tanpa sebab dan tidak bisa mengingat apapun. Setelah dibawa suaminya ke rumah sakit, ternyata wanita tersebut didiagnosis terkena penyakit Transient Global Amnesia (TGA) dan penyebabnya adalah seks. Dikutip dari detikhealth, TGA merupakan penyakit hilang ingatan atau amnesia yang salah satu faktornya dipicu oleh hubungan seks.
Penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun. Namun gejala TGA biasanya muncul setelah melakukan aktivitas berat, seperti berhubungan seks, olahraga berlebih, membenamkan diri langsung dalam air dingin atau panas, melakukan pekerjaan berat atau bahkan mengguncangkan kepala. TGA memang termasuk penyakit langka, tapi sering terjadi pada pasangan tua.
Wednesday, January 11, 2012
5 Orang Paling Luar Biasa
1. Helen Keller

Kekurangan : Buta dan Tuli
Helen Adamns Keller adalah seorang penulis, aktivis politik dan pengajar asal Amerika. Ia a=juga orang buta tuli pertama yang berhasil menyelesaikan kuliah seni, berkat jasa gurunya,
Annie Sullivan yang berhasil mengajarkan Helen cara berkomunikasi tanpa bahasa. Ia mengajarkan Helen untuk berkomunikasi dengan mengeja huruf pada tangannya, dimulai dari huruf D-O-L-L untuk boneka yang diberikan oleh Sullivan untuk Helen pada hari ulangtahunnya. Helen juga ikut aktif mengkampanyekan hak wanita untuk memilih di pemilu, hak buruh, dan sosialisme. Pada tahun 1920, ia membantu pendirian American Civil Liberties Union (ACLU). Keller telah bertemu semua presiden amerika sejak Grover Cleveland sampai Lyndon B. Johnson. Ia juga merupakan teman baik dari beberapa figur kenamaan termasuk Alexander Graham Bell, Charlie Chaplin, dan Mark Twa
2. Stephen Hawking

Kekurangan : Penyakit Motor Neuron
Stephen William Hawking adalah seorang ilmuwan fisika ternama asal Inggris. Buku-buku dan penampilan publiknya telah menjadikannya selebriti akademis. pada tahun 2009 ia juga mendapatkan Medali presidensial atas kebebasan, Penghargaan sipil tertinggi di USA. Saat masih menempuh pendidikan di Cambridge, Stephen Hawking terjatuh dari tangga yang kelak akan membuatnya menderita penyakit motor neuron yang membuatnya lumpuh. Ia lebih takut kehilangan kejeniusannya sehingga ia lebih dahulu memeriksakan intelektualnya lewat Mensa test. Diagnosis penyakit syarafnya diketahui saat umurnya mencapai 21 tahun, dimana ia mulai kehilangan kontrol atas tangan dan kakinya, sampai akhirnya ia lumpuh total pada tahun 2009.
3. Jean-Dominique Bauby

Kekurangan : Locked - In Syndrome
Jean - Do adalah seorang Editor, penulis dan jurnalis kenamaan dari majalah Prancis ELLE. Pada tahun 1995, ia menderita serangan jantung yang sangat parah dan mengakibatkan ia jatuh ke dalam koma selama 20 hari. Setelah bangun dari koma, Ia mendapatkan dirinya menderita sebuah sindrom syaraf yang sangat langka bernama Locked In Syndrome. Sindrom ini membuat si penderita lumpuh dari ujung kepala hingga ujung kaki, namun tetap memiliki pikiran yang sadar. Dalam kasus ini, Jean-Do tetap dapat mengedipkan matanya
Mengabaikan kondisinya, Jean-Do tetap mampu menulis sebuah bukua berjudul Diving Bell and the Butterfly dengan cara Mengedipkan matanya ketika penulis yang membantunya menunjuk huruf yang benar. Jean-Do harus mengedit dan mengarang buku tsb sepenuhnya dalam kepalanya, huruf demi huruf. Jean-Do meninggal 2 hari kemudian setelah buku tsb di rilis.
4. John Nash

Kekurangan: Schizophrenia (kelainan otak yang kronis, parah dan membuatnya tidak berfungsi)
John Forbes Nash adalah seorang Ilmuwan matematik Amerika. Pada masa kecilnya, ia sangat tertarik pada sains sehingga mencoba berbagai percobaan kecil di kamar tidurnya. Ia kemudian mempelajari Indusri kimia dan Matematika pada Carnegie Mellon Univeristy. Pada tahun 1959, ia mulai menunjukkan perilaku aneh menyerupai paranoia. Ia mempercayai bahwa ada organisasi yang sedang mengincarnya. Kemudian ia dimasukkan ke sebuah rumah kejiwaan dimana ia di diagnosa menderita schizophrenia. Karya-karya dan sumbangsihnya mendapat banyak penghargaan, termasuk beberapa penghargaan elit berupa John von Neumann Theory Prize in the year 1978 dan Nobel Memorial Prize in Economic Sciences pada tahun 1994. Sebuah film Academy Award yang berjudul "A Beautiful Mind" dengan pemeran Russel Crowe memiliki cerita yang berdasar pada Biografinya.
5. Christy Brown

Kekurangan = Cerebral Palsy
Christy Brown adalah seorang Pengarang, Pelukis, dan penyair asal Irlandia yang menderita Cerebral Palsy, yang membuatnya tidak dapat bergerak dan berbicara secara normal. Para dokter juga menyatakan bahwa dia juga memiliki keterbelakangan mental. Namun ibunya tetap mencoba berbicara dengannya, mengajarkannya berbagai hal. Pada suatu hari ia menyambar sepotong kapur dari tangan kakaknya dengan kaki kirinya dan membuat tanda
dengan kapur itu.Sampai umur 5 tahun hanya kaki kirinya yang bisa bergerak sesuai keinginnannya. Ia menggunakan kaki ini untuk berkomunikasi, yang nantinya ia jadikan judul otobiografinya, "My Left Foot".
sumber:
Wednesday, October 12, 2011
5 Raja Dengan Perilaku Aneh (Gila)
1. Kaisar Caligula
Suatu ketika sebuah permainan telah kehabisan para tahanan untuk dinikmati, padahal acara puncak akan segera berlangsung, pertarungan antara gladiator dengan singa. Ia kemudian berdiri memerintahkan para penjaganya untuk menyeret penonton di barisan depan ke dalam arena permainan, untuk dihadapkan dengan singa liar.
2. Pangeran Sado Dari Korea
Kegilaan Pangeran Sado dari Korea pertama kali muncul hanya sebatas kilasan-kilasan pencintraan yang hadir melalui mimpi buruk dan lamunan. Seiring dengan berjalannya waktu, kegilaannya pun hadir melalui perbuatan dan sikap. Secara fisik ia bahkan menyiksa para pembantu, dan memerkosa setiap perempuan yang melawan keinginannya. Ia membunuh dan memaksakan hasratnya, dia bahkan suka mengintai diam-diam saudara perempuannya.
3. Raja Ludwig II Dari Bavaria
Ludwigg II menaiki tahta kerajaan Bavaria pada tahun 1864, selama memerintah, ia telah menghabiskan keuangan pribadinya untuk membangun sebuah istana impian. Ia adalah seorang yang pemalu, dan tidak cakap dalam memimpin. Ia bahkan seringkali memerintahkan staff kerajaan untuk menjalankan tugas dan sangat tidak suka tampil dihadapan publik.
Pada tahun 1866, Ludwig dinyatakan menderita gangguan jiwa. Rupanya sikap dan pola hidup eksentrik disebabkan oleh gangguan kejiwaan yang dimilikinya walaupun hal tersebut tidak secara jelas diungkapkan penyebabnya. Dokter yang menyatakannya gila pun tidak menjelaskannya. Ia kemudian diturunkan dari tahta kerajaan atas permintaan sang paman, dengan alasan menderita gangguan jiwa. Sehari setelah Ludwig lengser, ia ditemukan tewas di sebuah kolam bersama dokter yang menyatakannya gila.
4. Raja George III dari Inggris
Raja George III memerintah kerajaan Inggris dari tahung 1760 hingga1820, dan dalam masa pemerintahannya ia harus menyaksikan koloni Inggris di Amerika kalah, dan menjadi catatan hitam dalam sejarah Monarki Inggris. Ia menderita sebuah penyakit yang didapatnya secara turun-temurun, profiria, yang juga diderita oleh Ratu Skotlandia, Mary. Peranannya sebagai raja kemudian digantikan oleh sang anak, sementara ia harus memakai jaket yang biasa digunakan oleh orang gila, agar tidak bertindak destruktif, selain itu ia pun diisolasi dalam sebuah apartemen pribadinya, di Istana Windsor.
5. Raja Charles IV Dari Prancis
Charles IV dimahkotai sebagai raja Prancis pada 1380, ketika itu ia berusia 11 tahun. Sebelumnya ia dikenal sebagai sosok penyayang, namun diketahui ia menderita kegilaan mendapat julukan sebagai Charles Si Orang Gila.
Gejala gangguan kejiwaannya terlihat beberapa tahun setelah ia diangkat menjadi raja, dan bervariasi. Adakalanya ia tidak tahu siapa dirinya, dan tidak mengenali istri dan anaknya. Ia bahkan menolak untuk membersihkan badannya—mandi, selama berbulan-bulan. Ia bahkan menghabiskan sebagian waktunya, dalam sebuah anggapan bahwa dirinya terbuat dari kaca.(**)
Wednesday, September 14, 2011
Penyakit Aneh, Rasa Terbakar Tiap Makan
Eosinofilik merupakan penyakit langka di mana eosinofil, sejenis sel darah putih, ditemukan di atas jumlah normal di berbagai bagian organ tubuh. Kondisi ini akan memicu peradangan dan kerusakan jaringan yang akan menimbulkan rasa sakit pada tubuh.
Setelah misteri penyakit Ella terjawab, untuk menjaga kesehannya Ella secara rutin diberi makanan cair dengan cara menyuntikkan lewat perut, selain itu dia juga diberi kue dan biskuit khusus yang tak mengandung gandum, gluten, susu, telur dan kedelai.
Satu-satunya makanan yang bisa dikonsumsi tanpa menimbulkan rasa sakit adalah daging panggang. Ella sangat menikmati sajian ayam panggang berpadu sayuran dan kentang rebus tanpa bumbu untuk makan malam.
vivanews
